January 22, 2021 By kaiserhealhnews.org 0

aqiqah murah jakarta

Tata Metode Aqiqah Bagi Syariat Islam

Tata metode penerapan aqiqah yang cocok dengan syariat Islam serta sunnah ialah sebagaimana yang di contohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Kita dapat mengenali lewat hadist- hadist yang diriwayatkan oleh para perawi hadist shahih.

Sebagian orang terdapat yang bertanya, bagiamana aqiqah bagi muhammadiyah ataupun NU. Bila tadinya kami telah mangulas menimpa Hukum Aqiqah serta Dalilnya, hingga pada peluang kali ini Pelangi Aqiqah hendak membagikan penjelasan seputar tata metode aqiqah yang benar cocok sunnah.

Penafsiran Aqiqah Secara Singkat

Perihal yang sangat utama saat sebelum kita merambah inti ulasan, kita wajib mengenali terlebih dulu menimpa apa itu aqiqah? Hingga dari itu, kami hendak jelaskan pula secara pendek menimpa definisi aqiqah.

Secara bahasa aqiqah maksudnya“ memotong”, yang diartikan memotong merupakan memotong hewan aqiqah. Hewan aqiqah yang biasa digunakan merupakan kambing ataupun domba.

Sebaliknya bagi sebutan, aqiqah merupakan suatu ibadah yang ditujukkan kepada Allah bagaikan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Aqiqah buat anak pria memakai 2 ekor kambing/ domba serta aqiqah buat anak wanita memakai satu ekor kambing/ domba aqiqah jakarta .

Hukum Aqiqah

Bagi jumhur ulama hukum aqiqah merupakan sunnah muakkad( sangat diajarkan). Buat waktu penerapan aqiqah yang sangat utama merupakan pada hari ke- 7 ataupun satu minggu sehabis kelahiran balita.

عَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدُبٍأَنَّرَسُولَاللَّهِ-صلىاللهعليهوسلم-قَالَ«كُلُّغُلاَمٍرَهِينَةٌبِعَقِيقَتِهِتُذْبَحُعَنْهُيَوْمَسَابِعِهِوَيُحْلَقُوَيُسَمَّى»

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda, _“ Tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya serta diberi nama.”

( HR. Abu Daud nomor. 2838, An Nasai nomor. 4220, Ibnu Majah nomor. 3165, Ahmad 5/ 12. Syaikh Angkatan laut(AL) Albani berkata kalau hadits ini shahih).

Kenapa aqiqah diajarkan pada hari ketujuh? Komentar dari murid Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khon rahimahullah berkata kalau pasti pada dini kelahiran keluarga disibukkan buat menjaga sang bunda serta balita. Sehingga kala itu, janganlah mereka dibebani lagi dengan kesibukkan yang lain. Serta pasti kala itu mencari kambing pula perlu usaha.

Hal- Hal Yang Disyariatkan Kala Aqiqah

Sehabis dijabarkan menimpa definisi aqiqah serta hukum aqiqah, mudah- mudahan dapat menaikkan rasa kepercayaan kita kala hendak mengaqiqahkan si buah hati. Hingga, pada bagian ini kita hendak masuk ke dalam inti tema postingan, ialah menimpa apa saja hal- hal yang disyariatkan kala aqiqah, berikut uraiannya:

Waktu Penerapan Aqiqah

Pada penjelasan tadinya telah sedikit di bahas menimpa waktu utama penerapan aqiqah, ialah pada hari ketujuh ataupun seminggu sehabis kelahiran balita.

Tetapi yang jadi persoalan, gimana bila dalam seminggu sehabis kelahiran balita kita belum dapat melakukan aqiqah anak? Dilansir dari rumahsyo. com, dalam perihal ini terdapat perbandingan komentar dari para ulama.

Bagi ulama Hanafiyah serta Malikiyah, waktu aqiqah merupakan pada hari ketujuh serta tidak boleh tadinya. Ulama Malikiyah pula menghalangi kalau aqiqah gugur sehabis hari ketujuh. Sebaliknya ulama Syafi’ iyah membolehkan aqiqah saat sebelum umur baligh, serta ini jadi kewajiban si bapak.

Sebaliknya ulama Hambali berkomentar kalau apabila aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, hingga diperbolehkan dilaksanakan pada hari keempatbelas. Bila tidak pernah lagi pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari keduapuluh satu. Perihal tersebut bersumber pada hadist:

قَالَأَبُوْهُرَيْرَةَرَضِيَاللهُعَنْهُ:قَالَرَسُوْلُاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ:اَلْـعَـقِـيْقَتةُتُـذْبَحُلِسَـبْعٍوَلِأَرْبَعَعَشَرَةَوَلِإِحْدَىوَعِشْرِيْنَ

Dari Abu Hurairah r. a., Nabi saw. bersabda,“ Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ataupun keempat belas, ataupun keduapuluh satunya.”

( HR. Baihaqi serta Thabrani)

Hewan Aqiqah

Pada biasanya hewan aqiqah yang digunakan merupakan kambing ataupun domba. Tidak boleh mengaqiqahkan anak dengan memakai hewan semacam ayam, kelinci, ataupun burung. Aqiqah anak pria dengan 2 ekor kambing/ domba serta wanita satu ekor kambing/ domba.

Tetapi timbul suatu persoalan, semacam yang dilansir dari web nu. or. id, gimana bila aqiqah memakai sapi ataupun unta? Amati Muhyiddin Syaraf An- Nawawi, Al- Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al- Irsyad, juz VIII, taman 409.

لَوْذَبَحَبَقَرَةًأَوْبَدَنَةًعَنْسَبْعَةِأَوْلَادٍأَوْاشْتَرَكَفِيهَاجَمَاعَةٌجَازَسَوَاءٌأَرَادُواكُلُّهُمْالْعَقِيقَةَأَوْبَعْضُهُمْالْعَقِيقَةَوَبَعْضُهُمْاللَّحْمَكَمَاسَبَقَفِيالْاُضْحِيَّةِ

Maksudnya,“ Bila seorang menyembelih sapi ataupun unta yang gendut buat 7 anak ataupun terdapatnya keterlibatan( isytirak) sekelompok orang dalam perihal sapi ataupun unta tersebut hingga boleh, baik seluruh ataupun sebagian dari mereka bernazar buat aqiqah sedangkan sebagian yang lain bernazar buat mengambil dagingnya buat acara( makan besar/ mayoran),”

Dari uraian tersebut hingga aqiqah memakai sapi ataupun unta hukumnya diperbolehkan, apalagi bila terdapat sebagian pihak dengan hasrat yang berbeda sekalipun. Misalnya, ada 7 orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang 3 bernazar buat aqiqah, lagi yang yang lain bernazar buat berkurban, ataupun cuma hanya mengambil dagingnya buat dimakan ramai- ramai.

Tipe Kelamin Hewan Aqiqah

Telah jelas jumlah hewan yang digunakan buat aqiqah anak pria merupakan 2 ekor kambing/ domba serta aqiqah anak wanita satu ekor kambing/ domba. Kemudian apakah boleh aqiqah memakai kambing betina?

Menimpa tipe kelamin hewan( jantan ataupun betina), dilansir dari jawaban atas seseorang penanya pada konsultasisyariah. com, kalau tidak disyariatkan dalam kambing aqiqah wajib jantan ataupun betina. Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda:

عنالغلامشاتانوعنالجاريةشاةلايضركمأذكراناكنأمإناثا

“ Buat anak pria 2 kambing, serta buat anak wanita satu kambing, serta tidak memudharati kamu apakah kambing- kambing tersebut jantan ataupun betina.”

( HR. Ashhabus Sunan, serta dishahihkan Syeikh Al- Albany)

Walaupun tidak disebutkan menimpa tipe kelamin hewan tertentu yang disembelih buat aqiqah, jumhur ulama melaporkan kalau hewan aqiqah wajib mempunyai ketentuan yang sama dengan hewan kurban baik dalam segi umur, tipe, serta pastinya terbebas dari penyakit ataupun cacat.

Pembagian Daging Aqiqah

Bila kualifikasi hewan aqiqah dengan qurban wajib sama dari segi raga serta kesehatannya, tetapi terdapat perbandingan dari pembagian daging aqiqah dengan daging kurban.

Daging aqiqah dibagikan dalam keadaan yang sudah dimasak serta matang, sebaliknya kita tahu kalau pembagian daging kurban yang biasa dibagikan pada Idul Adha merupakan dalam keadaan mentah. Buat keluarga, bagi ulama jumlah optimal daging yang dapat diambil ialah sepertiganya.

Baca Juga : Mainan Pendidikan Anak

Penulis Kifayatul Akhyar–Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullah– menarangkan:

“ Hendaklah hasil sembelihan hewan aqiqah tidak disedekahkan mentahan, tetapi dalam kondisi telah dimasak. Inilah yang lebih pas. Lebih baik lagi bila dihidangkan dengan bumbu manis bagi komentar yang lebih pas.”

( Kifayatul Akhyar, perihal. 706)

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan kalau aqiqah merupakan ibadah yang sangat diajarkan buat balita yang baru lahir. Waktu utama penerapan aqiqah ialah hari ketujuh sehabis kelahiran balita, sebagian ulama memperbolehkan buat penerapannya pada hari ke- 14( 2 minggu sehabis kelahiran balita). Apabila di hari ke- 14 masih belum dapat pula, hingga penerapannya dapat di hari ke- 21.